"TERDUGA TERORIS DITANGKAP TIM DENSUS 88, DENGAN BARANG BUKTI BERUPA DETONATOR, BUKU JIHAD, TABUNG GAS BERISI NITROGLISERIN"..."JOKOWI TETAP AKAN MELAKUKAN SIDAK DAN TERJUN KE LAPANGAN UNTUK MENGETAHUI KONDISI RAKYAT "....."CHELSEA AKAN KEHILANGAN COLE DAN LAMPARD"....."LORENZO MASIH BERADA DI PUNCAK KLASEMEN DI MOTO GP MALAYSIA"...."POLISI TETAPKAN PELAKU PEMOTRETAN ATAS NOVI AMALIA ADALAH TIGA ORANG"......"MENPORA TETAP MENGAKU TIDAK TERLIBAT KORUPSI HAMBALANG DAN MENYERAHKAN SEMUA PERKARA PADA PIHAK BERWAJIB "......"Kopi Luwak Asli ( JML Coffee ) membuka Pelatihan GRATIS Bisnis Kopi Luwak Asli Penangkaran Hub ; 0899.55.93.913"
Update Senin (30/10) " Kakak NT (Red: Sunardi, wajahnya mirip NT) juga ditangkap Tim Densus 88 untuk dimintai keterangan , tetangga bahkan tidak menduga kalau NT terduga jaringan teroris"

SBY Bicara Sombong Bumi Bergetar , Pemimpin Harus Bijak

Rabu, 11 April 2012




NDP-Jakarta Salingc cela di dunia politik sah-sah saja. Saat berpidato di depan pengurus teras DPP Partai Demokrat (PD) 1 April 2012 lalu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan ketua dewan pembina PD juga menyindir parpol lain. Tapi sindiran SBY di internal PD itu berpotensi bikin gaduh, karena bocor ke publik.

Pidato SBY yang bocor ke publik itu dalam bentuk rekaman berdurasi 28 menit 57 detik. Tidak diketahui siapa yang pertama kali membocorkan pidato SBY tersebut. Yang jelas, forum itu merupakan forum internal DPP PD.

Di rekaman yang beredar di kalangan wartawan sejak Selasa (10/4/2012) siang itu, suara SBY terdengar begitu jelas. SBY juga menyampaikan pidatonya dengan gaya khasnya: intonasi jelas, tutur bahasa yang teratur, tidak meledak-ledak, disertai sedikit humor, dan juga diiringi dengan selipan istilah bahasa Inggris.

Bagian paling menarik dari rekaman ini adalah saat SBY menceritakan dinamika politik menjelang rapat paripurna tentang penetapan APBN-P 2012 terkait subsidi energi dan rencana kenaikan harga BBM. Dua hari yang sangat krusial disertai dinamika politik yang sangat melelahkan itu adalah hari Kamis (29 Maret 2012) dan Jumat (30 Maret 2012) yang merupakan hari H sidang paripurna DPR.

SBY menceritakan bagaimana dirinya memantau perkembangan politik dari detik ke detik selama dua hari itu. Singkat kata, SBY menyinggung tentang PKS dan Partai Golkar yang merupakan bagian dari koalisi pendukung pemerintahan SBY-Boediono. SBY sudah memahami sikap PKS yang sudah seperti biasa berbeda pandangan dengan koalisi. SBY juga menceritakan bahwa sikap Golkar juga terus berubah-ubah menjelang sidang paripurna.

Pada kesempatan itu, SBY juga menyinggung tentang parpol lain, meski dia tidak menyebut dengan jelas nama parpol itu. SBY menyebut ada parpol yang ketua umumnya pernah menjadi presiden yang saat ini menolak kenaikan harga BBM, padahal dulu di era pemerintahan partainya juga menaikkan harga BBM.

Dalam pidatonya, SBY terlihat jelas ingin memotivasi para politisi PD pasca sidang paripurna. "Saya akan ceritakan apa adanya. Saya yakin dengan cerita ini, Anda akan semakin bangga terhadap Partai Demokrat," kata SBY di awal pidatonya.

0 komentar:

Posting Komentar

Internasional

Ke Halaman Depan

 
 
 

Berita Populer

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

followers