NDP-Balikpapan, Cukup aneh kasus di Kalimantan yang sering terjadi kelangkaan BBM, sedangkan di pulau lain jarang terjadi kelangkaan BBM padahal jumlah kendaraan juga mungkin lebih banyak dari Pulau Kalimantan.Pelaku aksi penimbunan dan manipulasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang mengakibatkan krisis BBM di Pulau Kalimantan dan Sumatera harus ditindak tegas.
Kendaraan di Pulau Jawa itu lebih banyak daripada di Pulau Kalimantan dan Sumatera, tapi tidak pernah terjadi krisis atau kelangkaan BBM bersubsidi di Pulau Jawa. Mengapa? Sebab, setiap ada aksi penimbunan, oknum pelakunya langsung ditangkap.
Tulus Abadi menambahkan, kelangkaan BBM bersubsidi yang terjadi di pulau di luar Jawa bukan karena kuota yang diberikan tiap daerah tidak cukup. Tapi, akibat banyaknya oknum yang melakukan manipulasi.
Biasanya, oknum ini melakukan pembelian secara besar-besaran. Mereka menimbun BBM untuk dijual kembali kepada industri pertambangan atau perkebunan dengan harga yang lebih tinggi dari harga eceran yang dijual di SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum)
Ia mengatakan, kalau disparitas harga BBM premium dan pertamax terlalu jauh, maka aksi penimbunan yang menyebabkan kelangkaan BBM akan terus berlanjut. Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin krisis BBM juga menimpa Pulau Jawa. Pemerintah harus segera menyikapi hal ini karena dampak negatif terhadap perekonomian akibat kelangkaan BBM ini sangat tinggi.
Pengamat energi yang juga Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan, klaim pemerintah terhadap realisasi konsumsi yang melebihi kuota BBM terjadi hampir setiap tahun sehingga menimbulkan pertanyaan besar.
Menurut dia, kelebihan kuota BBM yang terjadi rutin setiap tahun jelas menggambarkan kinerja pemerintah dan instansi penegakan hukum lemah. Apakah penyelewengan BBM bersubsidi tidak bisa diberantas atau pelaku penyelewengan tidak habis-habisnya ditangkap sehingga setiap tahun harus selalu terjadi kelebihan kuota?
0 komentar:
Posting Komentar