"TERDUGA TERORIS DITANGKAP TIM DENSUS 88, DENGAN BARANG BUKTI BERUPA DETONATOR, BUKU JIHAD, TABUNG GAS BERISI NITROGLISERIN"..."JOKOWI TETAP AKAN MELAKUKAN SIDAK DAN TERJUN KE LAPANGAN UNTUK MENGETAHUI KONDISI RAKYAT "....."CHELSEA AKAN KEHILANGAN COLE DAN LAMPARD"....."LORENZO MASIH BERADA DI PUNCAK KLASEMEN DI MOTO GP MALAYSIA"...."POLISI TETAPKAN PELAKU PEMOTRETAN ATAS NOVI AMALIA ADALAH TIGA ORANG"......"MENPORA TETAP MENGAKU TIDAK TERLIBAT KORUPSI HAMBALANG DAN MENYERAHKAN SEMUA PERKARA PADA PIHAK BERWAJIB "......"Kopi Luwak Asli ( JML Coffee ) membuka Pelatihan GRATIS Bisnis Kopi Luwak Asli Penangkaran Hub ; 0899.55.93.913"
Update Senin (30/10) " Kakak NT (Red: Sunardi, wajahnya mirip NT) juga ditangkap Tim Densus 88 untuk dimintai keterangan , tetangga bahkan tidak menduga kalau NT terduga jaringan teroris"
Tampilkan postingan dengan label Kopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kopi. Tampilkan semua postingan

Kenikmatan Kopi Luwak Yang Mahal

Sabtu, 13 Oktober 2012




NDP-Menikmati secangkir kopi luwak ternyata tidak boleh sembarangan. Ada cara khusus supaya rasa kopi yang harum ini bisa ''melekat'' lebih lama di dalam mulut.

Bagi Benny Anhar, 28 tahun, penggemar kopi asal Bandar Lampung, menikmati kopi luwak bukan dengan sekadar menyeruputnya dari bibir cangkir. "Kopi luwak lebih nikmat saat hangat bukan panas," ujar Benny yang datang ke Desa Way Mengaku, Lampung Barat atau 300 kilometer dari tempat tinggalnya hanya untuk menikmati kopi luwak.

Tegukkan pertama, menurut dia, jangan langsung ditelan. "Putar-putarkan dahulu di dalam mulut," kata Benny yang sehari-hari bekerja sebagai manajer di perusahaan jasa pengiriman barang itu.

Setelah itu, kata dia, seluruh aroma kopi luwak yang khas akan bertahan berjam-jam di mulut. Rasa kopi luwak itu akan hilang jika dinetralkan dengan segelas air putih. "Kalau sudah begitu, kita akan terus ketagihan minum kopi luwak," katanya.

Trik menikmati kopi luwak itu diperoleh Benny dari Gunawan Supriyadi. Gunawan adalah pelopor bisnis kopi luwak di Kabupaten Lampung Barat dan cukup terkenal di kalangan komunitas pencinta kopi.
Racikan dan cara memasak biji kopi dari sisa pencernaan musang yang dilakukan oleh Gunawan diyakini membuat cita rasanya berbeda dari kopi sejenis.

"Proses fermentasi alami dalam sistem pencernaan luwak menjadikan biji kopi yang dihasilkan memikiki cita rasa khas," kata Gunawan, 42 tahun.

Rasa kopi luwak memang berbeda dengan kopi biasa. Kopi luwak memiliki aroma lebih harum, kadar kafein rendah dan aman bagi penderita mag sekalipun. "Secangkir kopi luwak cukup membuat kita terjaga dan segar," kata Benny menambahkan,

Sebelum terjun ke bisnis kopi pada 2008, Gunawan adalah seorang juru parkir. Kini ia memelihara 35 ekor luwak jenis Molen dan Bulan.

Setiap hari dari puluhan ekor musang itu, dihasilkan 17 kilogram biji kopi yang keluar bersama kotoran. "Untuk menghasilkan biji kopi yang berkualitas, saya selalu memberi luwak-luwak itu dengan biji kopi yang masih segar dan masak di pohon," katanya.

Harga biji kopi yang masih dalam bentuk kotoran adalah Rp 80 ribu per kilogram. Jauh di atas harga biji kopi robusta biasa yang hanya Rp 17 ribu per kilogram. "Sementara untuk kopi yang sudah berbentuk serbuk mencapai Rp 1,5 juta per kilogram,"ujarnya.

Biji kopi luwak milik Gunawan sudah menembus pasar manca negara. Di dalam negeri, sejumlah kedai kopi di hotel berbintang Jakarta mengandalkan pasokan kopi musang-musang miliknya."Lumayan, saya bisa mengantongi bersih Rp 20 juta per bulan," kata dia sambil tersenyum.
READ MORE - Kenikmatan Kopi Luwak Yang Mahal

Cultur dan Budaya Mempengaharui Pengolahan Kopi

Selasa, 10 April 2012





NDP - Kopi, salah satu minuman yang paling sering dikonsumsi di dunia, memiliki beragam cara untuk pengolahan. Dewan Kopi India mengklaim memakai cara penggabungan dengan budaya Hindu --salah satu agama besar di negara itu- yakni dengan tujuh prinsip Karma.

Ketujuh prinsip itu antara lain penciptaan (creation), kesatuan (unity), kontribusi (contribution), saling memberi (giving), hubungan (connection), kebetulan yang terjadi (fortuity), dan penghargaan (reward). Dengan cara ini, India berhasil masuk dalam sepuluh besar penghasil kopi di dunia.

"Kopi di India tidak seperti di tempat lain. Mereka tumbuh di bawah pohon lain," kata Jayarama sebagai Direktur Riset dari Central Coffee Research Institute Coffee Board di pameran industri India, The India Show, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (8/3).

"Di India, musim kering bisa terjadi selama lima hingga enam bulan. Sedangkan kopi harus hidup di kisaran suhu 15 derajat Celcius. Untuk mencegah kopi terpapar suhu tinggi, dibutuhkan perlindungan dari pohon yang sangat besar."

Menurut legenda, kopi bisa tumbuh di India setelah 400 tahun lalu seorang suci bernama Baba Budan menyelundupkan tujuh bibit yang kemudian ditanam di Chikmagalur, Selatan India. Kini, kopi-kopi tersebut tumbuh di 13 regional berbeda dan membuat India sebagai salah satu raksasa penghasil kopi dunia.

Melalui The India Show, kopi-kopi tersebut coba dipamerkan ke masyarakat Indonesia. Menurut Jayarama, respon yang didapatnya cukup positif. "Mereka (masyarakat Indonesia) bilang suka dengan kopi kami, tapi mereka selalu bilang kalau negara mereka juga produktif dalam hal kopi," ucap Jayarama lalu tertawa.

The India Show sudah berlangsung mulai 6-8 Maret 2012 dan melibatkan 76 eksibitor dari berbagai bidang, di antaranya pendidikan, pertanian, pertambangan, makanan dan minuman. Selain menghubungkan kedua komunitas -India dan Indonesia- pameran ini juga bertujuan menguatkan hubungan kedua negara dan kebudayaannya.

"India Show digelar saat ikatan dagang ekonomi Indonesia dan India berkembang pesat. Kerjasama bilateral kita sudah meningkat sebanyak empat setengah kali sejak 2005. Menjadikan Indonesia satu dari empat rekan dagang penting kami di kawasan ASEAN," ujar Duta Besar India untuk Indonesia Biren Nanda dalam rilisnya.


Artikel ini didukung penuh oleh : " Java Muria Luwak Coffee " ( Marketing & Info Program :0899.55.93.913 )
READ MORE - Cultur dan Budaya Mempengaharui Pengolahan Kopi

Internasional

Ke Halaman Depan

 
 
 

Berita Populer

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

followers