"TERDUGA TERORIS DITANGKAP TIM DENSUS 88, DENGAN BARANG BUKTI BERUPA DETONATOR, BUKU JIHAD, TABUNG GAS BERISI NITROGLISERIN"..."JOKOWI TETAP AKAN MELAKUKAN SIDAK DAN TERJUN KE LAPANGAN UNTUK MENGETAHUI KONDISI RAKYAT "....."CHELSEA AKAN KEHILANGAN COLE DAN LAMPARD"....."LORENZO MASIH BERADA DI PUNCAK KLASEMEN DI MOTO GP MALAYSIA"...."POLISI TETAPKAN PELAKU PEMOTRETAN ATAS NOVI AMALIA ADALAH TIGA ORANG"......"MENPORA TETAP MENGAKU TIDAK TERLIBAT KORUPSI HAMBALANG DAN MENYERAHKAN SEMUA PERKARA PADA PIHAK BERWAJIB "......"Kopi Luwak Asli ( JML Coffee ) membuka Pelatihan GRATIS Bisnis Kopi Luwak Asli Penangkaran Hub ; 0899.55.93.913"
Update Senin (30/10) " Kakak NT (Red: Sunardi, wajahnya mirip NT) juga ditangkap Tim Densus 88 untuk dimintai keterangan , tetangga bahkan tidak menduga kalau NT terduga jaringan teroris"
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan

Indonesia Juga Pernah Dianggap Meng Klem Lagu, UkrainaPanon Hideung

Selasa, 19 Juni 2012




NDP-Lagu karya Ismail Marzuki Panon Hideung mirip lagi Ukraina. Ismail Marzuki, biasa disapa Bang Maing, merupakan aset Betawi dan Indonesia tak terhingga. Ia seniman dahsyat, mencerahkan, dan trendsetter pada zamannya.

Rentang usia hidup yang 44 tahun, benar-benar dimanfaatkannya untuk kemaslahatan tanah air, bangsa dan negara. Ia berhasil menciptakan tak kurang dari 202 lagu dalam berbagai jenis musik. Lahir di kampung Kwitang pada 11 Mei 1914, wafat 25 Mei 1958. Tahun 2004 ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional RI.

Namun hingga 53 tahun dari hari kematiaanya, masih banyak orang yang sirik, dengki, dan tak menyukai kiprah dan keunggulan Bang Maing. Beliau dikatakan tukang jiplak bahkan lebih sadis dikatakan maling (baca Kompas, Minggu, 6 September 2009). Sungguh suatu kesirikan dan kedengkian tak temaafkan. Mari kita tengok fakta yang sebenarnya.

Pada suatu masa (tahun 1930-an) di Hindia Belanda trend musik gandrung dengan syair bilingual. Kita sebut salah satu misalnya, Te Ver Van Jou yang secara leterlijk Amat Jauh Darimu dimelayukan (extra Melayu) menjadi Malam Hari. Rekaman terakhir duet Roselanie (versi Belanda) dan Bram Aceh (versi Melayu).

Masih banyak lagu yang syairnya bilingual. Maka ketika itu ada penulis syair Melayu yang diketahui, semisal, Ismail Marzuki, tapi lebih banyak lagi yang tidak diketahui. Mereka berkarya menurut hati nurani bukan untuk menonjolkan atau menyombongkan kemampuan kreativitasnya.

Ada yang mengatakan seraya meremehkan dan meragukan Markas Besar Angkatan Darat RI. Orang itu mencibir MBAD bahwa pada 1971 mendapat malu besar lantaran memberikan penghargaan kepada Ismail Marzuki. Menurut saya (YAS – red.), tentu saja MBAD menempuh langkah paling benar dalam pemberian penghargaan kepada Ismail Marzuki itu. Patriotisme dan nasionalisme menjadi amat penting.

Pada piagam penghargaan itu Brigadir Jenderal TNI Soerjadi, selaku Direktur Direktorat Perhubungan Markas Besar Angkatan Darat, dengan jelas menandatangani naskah berbunyi ”Terima kasih kepada Bapak Ismail Marzuki untuk segala sumbangan tenaga, moril dan materil, dalam rangka perekaman dan pembuatan piringan hitam lagu-lagu: 1. Mars Perhubungan Angkatan Darat; 2. Mars Kartika Chandra Kirana; 3. Mars Selamat Datang Pahlawan Muda; 4. Auld Lang Syne. Semoga kerja sama yang baik ini menjadi kenangan dan ikatan bathin dalam mengabdikan diri pada Nusa dan bangsa”.
READ MORE - Indonesia Juga Pernah Dianggap Meng Klem Lagu, UkrainaPanon Hideung

Gempa Sukabumi 6,1 SR

Selasa, 05 Juni 2012




NDP-Sukabumi, BPBD mencatat kerusakan bangunan akibat gempa yang berkekuatan 6,1 Scala Richter pada Senin (4/6) sebanyak 253 unit dan laporan kerusakan semakin meluas.

"Dari data sementara yang masuk dari tim reaksi cepat (TRC) ke BPBD sampai saat ini bangunan yang rusak mencapai 253 unit," kata Seketaris BPBD Kabupaten Sukabumi, Tatang kepada ANTARA, Selasa.

Dari data BPBD, jumlah kecamatan yang melaporkan adanya bangunan yang rusak juga terus bertambah dan saat ini sudah 11 dari 47 kecamatan.

Selain itu, jumlah warga yang mengungsi menjadi dua keluarga, sementara kerusakan bangunan paling banyak ditemukan di Kecamatan Cidolog yang mencapai 144 unit dengan rincian tujuh unit rumah rusak berat, 63 rusak sedang dan 73 rusak ringan ditambah satu unit Mesjid Agung rusak ringan.

Sementara di kecamatan lain seperti Tegal Buleud 32 unit rumah rusak ringan, Pabuaran 39 unit rumah rusak ringan, Sagaranten dua unit rusak berat dan satu unit rusak ringan serta dua unit mesjid rusak ringan, Simpenan empat unit rusak berat dan tiga unit rusak ringan.

Kemudian Kecamatan Ciemas satu unit rusak berat dan empat unit rusak ringan, Palabuhanratu satu unit rusak sedang dan empat unit rusak ringan, Parungkuda satu unit rusak ringan, Cidadap satu unit rusak sedang dan lima unit rusak ringan, Warungkiara tiga unit rusak sedang dan lima unit rusak ringan dan Surade satu unit rusak ringan.

"Sehingga jumlah total rumah warga yang rusak ringan mencapai 167 unit, rusak ringan 69 unit dan rusak berat 14 unit serta tiga unit tempat ibadah (masjid) mengalami rusak ringan. Data ini hanya sementara dan masih bisa berubah," tambahnya.

Menurut Tatang untuk meringankan penderitaan para korban, pihaknya sudah mengirim bantuan dasar seperti makan siap saji, peralatan mandi dan tidur.
READ MORE - Gempa Sukabumi 6,1 SR

Ribut Waidi Meninggal Karena Serangan Jantung

Minggu, 03 Juni 2012




NDP-Pahlawan sepak bola. Ribut Waidi, penyerang timnas PSSI pada era "80-an dan "90-an, kemarin pergi untuk selamanya di usia 50 tahun.

Kabar meninggalnya mantan pemain PSIS paling terkenal di Semarang itu langsung membuat "ribut" Kota Lumpia tersebut. Facebook dan BlackBerry Messenger pencinta olahraga di Kota Semarang langsung dipenuhi gambar-gambar sang fenomenal disertai ungkapan kehilangan.

Saat PSIS melawan Persis Solo di Stadion Manahan Solo kemarin sore, seluruh pemain, termasuk pemain Persis Solo, mengenakan pita hitam tanda berduka di lengan kanan. Ribuan penonton juga sejenak mengheningkan cipta untuk menghormati Ribut Waidi.

Ya, meski Ribut asli Pati, namanya sangat lekat di hati masyarakat Semarang. Bahkan, Pemkot Semarang pernah membuat patungnya dari logam, lalu memasangnya di jalan masuk Stadion Jatidiri Semarang. Namun, kini patung itu tidak ada lagi, setelah remuk tertimpa baliho reklame yang roboh setahun lalu.

Bagi wartawan olahraga di Semarang, kabar duka tersebut juga sangat mengejutkan. Sebab, tepat sepekan lalu atau Minggu (27/5), para wartawan olahraga bertanding dengan Ribut cs yang membela tim Pertamina, tempat Ribut bekerja. Saat itu tim Pertamina diperkuat beberapa pemain yang membela PSIS kala mengalahkan Persebaya di final Divisi Utama Perserikatan 1987. Selain Ribut, ada Budi Wahyono dan Sudaryanto.

Ketika itu Ribut terlihat cukup sehat. Meski dia sudah berusia setengah abad, gocekannya masih ciamik walau agak lamban. "Saya baru sembuh dari stroke ringan, ini baru coba-coba main lagi," kata dia setelah pertandingan itu.

Dia lalu bercerita bahwa stroke yang dialaminya disebabkan gila kepiting. "Kalau sudah makan kepiting, bisa belasan, bahkan puluhan," ujarnya.

Saat itu Ribut juga mengutarakan keinginannya menjadi pelatih sepak bola. Sebab, sepak bola memang tidak bisa dipisahkan dari hidupnya.

Kini Ribut telah tiada. Setelah disemayamkan di rumah duka di Jalan Wahyu Asri Dalam IV DD-70, Semarang, jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Giriloyo, Ngaliyan, sekitar pukul 14.00 kemarin. Tampak hadir kerabat, sahabat, dan para tetangga. Ribut meninggalkan seorang istri, Nunik, dan tiga anak, yakni Widi Nick Pratama, Varadini Ribut Waidi, dan Sonia Ribut Waidi.

Tak salah bila warga Semarang dan pencinta sepak bola Indonesia menganggap Ribut sebagai pahlawan. Dia adalah bintang PSIS saat menjadi juara kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1987. Ketika itu, pada partai final yang digelar di Stadion Utama Senayan (sekarang Gelora Bung Karno), tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut mengalahkan musuh bebuyutannya, Persebaya Surabaya. Meski bukan Ribut yang mencetak gol kemenangan PSIS, dialah yang dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Kepahlawanan Ribut mencapai puncaknya saat final cabang sepak bola SEA Games 1987 yang juga digelar di Stadion Utama Senayan. Gol tunggal Ribut ke gawang Malaysia membuat timnas PSSI menjadi juara SEA Games untuk kali pertama. Dramatisnya, gol tersebut tercipta pada menit ke-105 atau menit ke-15 babak perpanjangan waktu, setelah di waktu normal skor masih kacamata alias kosong-kosong. Hebatnya lagi, gol itu terjadi setelah Ribut berhasil melewati beberapa pemain belakang Malaysia.

Setelah sukses itu, Ribut menjadi langganan timnas hingga 1990. Di timnas, dia seangkatan dengan Rully Nere, Jaya Hartono, Robby Darwis, Ricky Yacobi, Ponirin Meka, Marzuki Nyakmad, dan Patar Tambunan. Pemain yang selalu mengenakan nomor punggung 10 itu juga pernah memperkuat Indonesia di ajang Piala Kemerdekaan, Piala Asia, dan pra-Piala Dunia.

Supriyanto, 40, kerabat almarhum, mengatakan, tidak ada tanda-tanda sakit sebelum Ribut meninggal. Malam sebelumnya, Ribut masih sempat berolahraga. Namun, kemarin, ketika bangun tidur pukul 05.00, Ribut merasakan sakit dan tubuhnya kaku.

"Bangun tidur subuh, beliau mengaku sakit dan minta dikeroki. Katanya, badannya sakit dan kaku. Sempat juga mau dipanggilkan dokter. Namun, dokter belum sempat datang, beliau sudah meninggal," tutur dia.

Di mata rekannya, Ribut adalah sosok pemain yang sabar dan ramah. Sudaryanto, 51, rekan setim di PSIS Semarang pada era 1980-an, mengatakan bahwa Ribut juga pandai mencairkan suasana. "Orangnya memang unik dan tidak bisa diduga. Kalau kami sedang bicara serius, dia bisa melawak untuk mencairkan suasana," ucap mantan kapten PSIS tersebut.
READ MORE - Ribut Waidi Meninggal Karena Serangan Jantung

Para Investor Resah, Koperasi Langit Biru Hanya Beri Janji



NDP-Tangerang, Sabtu (2/6) kemarin banyak warga berkumpul di depan kantor koperasi Langit Biru, dengan tujuan minta kejelasan akan investasi yang ditanamkan kepada "KLB" tersebut.

Jakarta Polisi menegaskan, tidak ada aksi penjarahan gudang Koperasi Langit Biru (KLB) di Cikasungkan, Solear, Kabupaten Tangerang, Sabtu (2/6) kemarin. Para investor mengambil produk sembako di gudang tersebut atas izin manajemen KLB.

"Bukan dijarah. Kalau dijarah itu, pemilik tidak mengijinkan dan tidak tahu," kata Kapolsek Cisoka AKP Agus Hermanto kepada detikcom, Minggu (3/6).

Agus mengatakan, investor mengambil produk sembako di gudang tersebut atas persetujuan manajemen KLB. Sementara pihak KLB juga tidak melaporkan kejadian tersebut ke aparat polisi.

"Dari tim 20 itu ada persetujuan, apabila tanggal 2 Juni tidak ada pembagian bonus, investor dipersilakan mengambil barang-barang di gudang," jelasnya.

Sabtu (2/6) kemarin, ribuan investor Koperasi Langit Biru mendatangi kantor KLB di Cikasungkan, Solear, Kabupaten Tangerang. Mereka meminta agar manajemen mencairkan bonus investasi mereka. Namun, lantaran pihak manajemen tidak ada, investor akhirnya mengambil sendiri produk berupa sembako yang ada di gudang KLB.

Manajemen KLB telah menunda pembayaran bonus terhadap investor sejak April 2012 lalu. Manajemen KLB beralasan, penundaan pencairan bonus lantaran koperasi pimpinan Ustad Haji Jaya Komara itu sudah bangkrut karena dikorupsi oleh oknum KLB. Sementara Jaya Komara sendiri tidak pernah menemui investor sejak April 2011 silam.

Sejak terjadinya penundaan pembayaran bonus, ribuan investor yang datang dari berbagai wilayah terus mendatangi kantor KLB di Cikasungkan, Solear, Kabupaten Tangerang. Manajemen terus mengulur-ulur waktu pembayaran bonus sejak April 2012 lalu.

Polda Metro Jaya sendiri tengah menyelidiki dugaan penipuan dana investor Koperasi Langit Biru ini. Polisi sendiri menyelidiki kasus tersebut berdasar informasi dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).

Koperasi Langit Biru ini telah menggalang dana dari sekitar 140 ribu nasabah sejak tahun 2011 silam. Dahulu, koperasi tersebut bernama PT Transindo Jaya Komara yang bergerak di bidang investasi.

Bapepam kemudian membekukan PT Transindo Jaya Komara karena diduga bermasalah. Sejak dibekukannya perusahaan tersebut, Koperasi Langit Biru mengalami kemacetan dalam pencairan dana kepada nasabah.
READ MORE - Para Investor Resah, Koperasi Langit Biru Hanya Beri Janji

Lomba Lari 10 Km Untuk Konservasi Badak Ujung Kulon

Kamis, 31 Mei 2012



NDP-Spesies ini hingga awal abad 20 masih bisa ditemui di Semenanjung Indo-Cina dan Sumatra selain di Pulau Jawa. Berbeda dengan spesies badak lain yang dapat ditemukan di kebun binatang atau lokasi konservasi ex-situ, badak Jawa hanya hidup di habitat alamnya dengan tingkat reproduksi yang cukup rendah.

Indonesia merupakan negara yang sangat penting bagi konservasi badak di dunia. Mengingat negara ini memiliki dua spesies badak yaitu badak Jawa dan badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis). Keduanya menyandang status kritis terancam punah menurut badan konservasi dunia IUCN.

Pelestarian spesies langka ini bisa terjadi ketika ada kepedulian dari masyarakat Indonesia. Salah satu kampanye kepedulian itu, digagas WWF-Indonesia, dengan lari lintas alam di TNUK sepanjang sepuluh kilometer. Kegiatan ini akan diadakan pada 24 Juni 2012 diikuti oleh 50 pelari utama yang terpilih dari kompetisi online di jejaring sosial.

Selain ke-50 pelari terpilih, kegiatan yang didukung oleh Balai TN Ujung Kulon ini juga terbuka bagi masyarakat dan pemerintah setempat. "WWF-Indonesia berpendapat upaya konservasi yang dilakukan hanya akan berhasil apabila mendapat dukungan dari masyarakat luas, sehingga kita bisa menyelamatkan satwa yang menjadi kekayaan dan kebanggaan bangsa Indonesia ini," kata Anwar Purwoto, Direktur Program Kehutanan, Air Tawar dan Spesies WWF-Indonesia, Kamis (31/5).

Lari sepuluh kilometer dengan tema "Run Rhino Run" merupakan salah satu agenda dari Tahun Badak Internasional. Dikatakan Novianto Bambang sebagai Direktur Direktorat Kementerian Kehutanan, acara ini diapresiasi sebagai kampanye publik mengenai kepedulian alam. "Kegiatan ini juga sangat sejalan dengan Tahun Badak Internasional yang akan segera dideklarasikan oleh Pemerintah Indonesia," kata Novianto.

Pengalaman berlari di kawasan TNUK, merasakan keunikan dan kecantikannya, diharapkan bisa menimbulkan keinginan untuk menjaga kelestariannya. "Diharapkan juga peserta akan menyebarkan pesan ini ke publik yang lebih luas," kata Yasha Chatab dari Indo Runners sebagai komunitas yang digandeng WWF-Indonesia.
READ MORE - Lomba Lari 10 Km Untuk Konservasi Badak Ujung Kulon

Bangunan Proyek Hambalang Ambles

Selasa, 29 Mei 2012



NDP-Hasan Bisri mengatakan BPK akan bertanya kepada kontraktor dan konsultan perencana dari proyek pusat olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, terkait amblesnya dua gedung baru-baru ini.

BPK akan mencari tahu penyebabnya. Hal ini akan dilakukan sebagai bagian dari proses audit proyek Hambalang.

"Perlu disadari dan dimengerti bahwa audit investigasi memang memerlukan ketelitian karena harus mengambil kesimpulan apakah ada atau tidaknya unsur melawan hukum atau unsur tindak pidana korupsi," sebut Hasan terkait proses audit proyek Hambalang, di DPR, Jakarta, Selasa (29/5).

Ia menjelaskan, audit terhadap proyek Hambalang harus dilakukan dengan hati-hati. Data harus akurat. Konfirmasi ke seluruh pihak pun harus dilakukan.

"Oleh karena itu perlu waktu (untuk menyelesaikan)," sambung dia.

Lalu, Hasan menyebutkan, tim audit BPK juga akan menaruh perhatian terhadap amblesnya dua gedung, yakni power house dan lapangan indoor, di dalam proyek tersebut.

Salah satu upaya, BPK akan menanyakan konsultan perencanaan dan kontraktor untuk mencari tahu mengapa itu bisa terjadi.

"Apakah karena alam, cuaca atau survei yang tidak baik, dan bagaimana tanggung jawab kontraktor, apakah mereka akan mengganti seluruh bangunan yang ambruk atau bagaimana," sebut Hasan.

Hal itu perlu dilakukan karena BPK, terang dia, bukan ahli dalam mengetahui mengapa sebuah bangunan bisa ambruk.

"Kita akan teliti semuanya itu dan pasti akan dilaporkan seluruhnya," pungkas dia.

Seperti diberitakan, PT Adhi Karya merupakan salah satu BUMN penggarap proyek Hambalang yang nilainya Rp 1,5 triliun itu.

Proyek tersebut dikerjakan melalui kerja sama operasi (KSO) antara Adhi Karya dan Wijaya Karya.

Dalam pelaksanaannya, KSO tersebut mensubkontrakkan proyek ke sejumlah perusahaan lain, di antaranya adalah Dutasari Citralaras dan PT Global Daya Manunggal.
READ MORE - Bangunan Proyek Hambalang Ambles

Black Box Sudah Ditemukan, Tak Jauh Dari Ekor Pesawat

Selasa, 15 Mei 2012



NDP-Black Box atau "Kotak Hitam sudah ditemukan tidak jauh dari penemuan alat komunikasi pesawat Sukhoi yang ditemukan sebelumnya.

Pimpinan tim evakuasi dari Kopassus, Letkol Shobri, di Balai Peternakan Sapi, Cipelang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/5).

Shobri pun mengungkapkan kenapa black box lama diturunkan dari Puncak Manik. Padahal, benda itu sudah ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB.

"Memang prosesnya sulit. Perjalanan dari sini 7,5 jam, dan dari Cimelati 3,5 jam. Mereka pun butuh istirahat, supaya dalam membawa benda tersebut aman," jelas Shobri.

Untuk naik ke atas tebing, tuturnya, cukup sulit. Sehingga, Lettu Inf Taufik Akbar agak lama membawa black box.

"Untuk membawanya kalau turun, mereka bisa menggunakan tali, sehingga bisa sampai degan cepat. Tapi, naik itu sulitnya bukan main," cetus Shobri.

Black Box akan diserahkan dari Danrem 061/Suryakancana, Kol Inf AM Putranto kepada KNKT hari ini Rabu.
READ MORE - Black Box Sudah Ditemukan, Tak Jauh Dari Ekor Pesawat

KIsah Bakti Putra Kapten Pilot Aan Husdiana, Penumpang Pesawat Sukhoi




NDP-Angga Tirta (27) alumni SBM ITB merupakan sipil pertama yang ikut bergabung dengan Tim SAR dan Pasukan marinir untuk mencari Ayahanda Aan Hudiana Pilot Senior Kartika Airlines merupakan Penumpang Pesawat Sukhoi yang jatuh di Gunung salak.

Dalam kesempatan itu sebenarnya Angga dan saudaranya hanya ingin memantau perkembangan secara riil di lapangan, setelah mengumpulkan banyak informasi akhirnya dia memutuskan untuk ikut bergabung dengan Tim SAR untuk mencari keberadaan Pesawat Sukhoi, hanya berbekal sebotol air mineral.

Dalam perjalanan pencarian menuju Puncak Salak I Komandan Pasukan berbincang dengannya, "biasanya dalam pencariaan seperti ini keluarga korban lebih peka, dan bisa mendapatkan petunjuk. Buka mata batinmu untuk bisa berkomunikasi dengan Ayahandamu."saran sang Komandan.

malam tiba dan kita harus menginap di hutan tanpa perlengkapan yang memadai akhirnya kantong mayat sebagai sleeping bag. Saya berinisiatif sholat dan dalam doa saya saya bertanya atau memohon petujuk "dimana ayah saya" seketika ada jawaban seperti suara ayah saya mengatakan "ayah di tebing"kata suara tersebut.

Beberapa kali saya ulangi komunikasi batin tersebut, karena khuatir hal-hal lain yang menggangu. Esoknya waktu sholat subuh saya coba berdoa dan memohon petunjuk dimana ayah saya, seketika terdengar suara "ayah di tebing" kata suara itu.

Sampai berkali kali pertanyaan itu berulang, lalu saya tanya "saya akan kesana, mencari ayah?"kata batin saya. "jangan, medannya berat" kata suara itu. "tapi saya tetap akan mencari ayah?,"kata batin saya.

"Ya sudah hati-hati, salam untuk ibu,"kata suara batin tersebut menutup komunikasi. Lalu saya sampaikan komunikasi batin tersebut kepada Komandan Tim SAR.

Setelah berkoordinasi pagi itu kita bergerak melewati di puncak gunung dan menuruni bebarapa lembah baru kita melihat serpihan pesawat Sukhoi tersebut dan ekor bagian pesawat.

Di TKP saya menemukan SIM ayah saya, "tapi kenapa sampai saat ini pihak berwenang belum pernah memberikan informasi mengenai benda-benda atau properti korban yang ditemukan walaupun SIM tersebut yang menemukan saya sendiri sebagai pihak keluarga." ujarnya.

Keluarga korban memang menunggu kabar atau informasi mengenai nasib penumpang Pesawat Sukhoi, kami sebagai keluarga penumpang sudah siap karena pekerjaan di dunia penerbangan memang sepertilah resikonya.
READ MORE - KIsah Bakti Putra Kapten Pilot Aan Husdiana, Penumpang Pesawat Sukhoi

Tim DNA Rusia Mulai Memeriksa 22 Kantong Jenazah Dengan 19 Kantong Berisi Jenazah Korban

Minggu, 13 Mei 2012



NDP-Setelah ditemukan jenazah korban pesawat sukhoi, dan sampai saat ini sudah dievakuasi 22 kantong jenazah denam 19 berisi bagian tubuh dan 3 berisi barang-barang korban.Tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia akan dibantu ahli DNA dari Rusia untuk mengidentifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100).

Saat ini, tim patologi forensik Rusia yang dikepalai Dokter Andrey Kovalev juga sudah bergabung dengan tim DVI. "Kami berprinsip akan bekerja keras bersama tim dari Rusia. Kami akan profesional, transparan, akuntabel, dan independen," ujar Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigadir Jenderal Musaddeq Ishak di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Ahad (13/5).

Musaddeq menambahkan, pakar DNA terbaik Rusia Profesor Ivanof juga akan datang ke Indonesia Selasa pekan depan. Ia menambahkan, selain dibantu para ahli dari Rusia, pihaknya juga melibatkan ahli forensik dari Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Universitas Padjadjaran.

"Langkah yang kami melakukan pemeriksaan DNA terhadap jenazah sebagai pengumpulan data post mortem, ini akan memakan waktu. Mudah-mudahan dapat diselesaikan dengan cepat dengan bantuan dari pakar-pakar forensik dan dari pihak Rusia," kata Musaddeq
READ MORE - Tim DNA Rusia Mulai Memeriksa 22 Kantong Jenazah Dengan 19 Kantong Berisi Jenazah Korban

Tim Rusia Menuju Puncak Salak, Dua Orang Tidak Kuat



NDP-Tim Rusia pada Minggu (13/5),di didampingi 20 personil Brimob dan SAR menuju Puncak Salak 1, dengan membawa berbagai peralatan untuk evakuasi dan analisa barang bukti.

Tetapi dua orang diantara mereka tidak mampu meneruskan perjalanan dan terpaksa diantar kembali ke Posko Cipelang, selanjutnya dua orang Rusia tersebut dirujuk ke Jakarta guna mendapatkan perawatan.

Beban Peralatan dan logistik yang meraka bawa masing-masing terpantau oleh beberapa anggota SAR dan Angkatan Darat seberat 35 - 50 kg. Mungkin karena peralatan yang terlalu berat mereka kesulitan mendaki Gunung Salak yang memiliki tanjakan cukup curang.
READ MORE - Tim Rusia Menuju Puncak Salak, Dua Orang Tidak Kuat

Data Ante Mortem Penumpang Sukhoi Lengkap



NDP-"Semua data ante mortem sudah lengkap, sehingga kami tinggal menunggu hasil evakuasi jenazah dari lokasi kejadian," katanya di Jakarta, Minggu.

Data ante mortem tersebut membantu proses identifikasi karena dengan kondisi jenazah korban yang tidak utuh, Polri sulit melakukan identifikasi.

Sebelumnya, istri salah satu penumpang pesawat berkebangsaan Prancis telah mendatangi RS Polri Dr Sukanto Kramatjati, Minggu pagi, untuk mengumpulkan data ante mortem.

Sementara itu, Kombes Pol dr Anton Castilani menyatakan bahwa kondisi jenazah para korban yang diterima RS Polri Dr Sukanto, hingga Minggu siang, tidak ada yang utuh.

"Kondisi jenazah yang kami terima bisa dikatakan demikian," katanya.

Berdasarkan pantauan ANTARA, total kantong jenazah yang telah dibawa ke RS Polri Dr Sukanto hingga Minggu siang sebanyak 22 buah. Tiga kantong tiba di RS Polri Dr Sukanto sekira pukul 12.15 WIB dan satu kantong lagi tiba sekira pukul 13.50 WIB.
READ MORE - Data Ante Mortem Penumpang Sukhoi Lengkap

Cerita Dibalik Ditemukannya Badan Pesawat Di Dasar Jurang



NDP-Dalam perjalanan, dia melanjutkan, tim TNI bertemu dengan tim SAR dan relawan yang kembali karena tidak mampu turun dari Salak 2 ke Salak 1, lokasi puing pesawat. "Kami putuskan pecah kekuatan. Saya dengan Kopral Mursdi turun ke Salak 1, kemudian tanpa peralatan naik ke Salak 2 dari Salak 1," ujarnya.

Mayor Tambunan melanjutkan, sampai di wilayah tebing mereka melakukan observasi. "Karena waktu tidak memungkinkan, kami dokumentasikan sementara. Kami berangkat hanya dengan satu unit peralatan survive. Tidak membawa peralatan lengkap," kata dia.

Pemandangan sekitar, menurutnya, sangat menyayat hati bagi siapa pun yang melihatnya. "Di sana kami temukan korban. Jumlah korban yang dievakuasi ada tiga, dua di sungai, satu di tumpukan air frame pesawat yang menggantung di tebing 40 meter," ujarnya.

Salah satu korban, dia menambahkan, diperkirakan adalah awak pesawat, karena dilihat dari fisik, rambut, dan pakaiannya yang berwarna biru. Kondisi jenazah pun sangat mengenaskan, dua jasad terbakar dan tidak utuh lagi. "Kemarin sore baru diturunkan, kami titipkan ke Basarnas," kata dia.

Bagaimana dengan badan pesawat? Dia mengungkapkan, material pesawat berada di dasar tebing, di lembah. "Seluruhnya landing gear lengkap, sayap kanan kiri lengkap. Namun, main body masih tertimbun longsoran," jelasnya.

Sebelumnya, sudah 21 kantong jenazah yang sudah diserahkan ke RS Polri Kramat Jati. Sementara, kotak hitam pesawat belum ditemukan.

Tim SAR menyatakan kotak hitam pesawat Sukhoi Superjet 100 hingga saat ini belum ditemukan. Menurut salah satu anggota tim yang diturunkan, Mayor Pasukan Khas TNI AU, S Tambunan dari Lapangan Udara Atang Sanjaya, tim yang sampai di Salak 1, lokasi puing pesawat, baru menemukan serpihan pesawat.

"Black box belum ditemukan. Seluruh landing gear lengkap, sayap kanan dan kiri lengkap. Tapi main body masih tertimbun longsor," ujarnya di Pasir Pogor, Bogor, Minggu (13/5)

Selain reruntuhan pesawat, tim juga menemukan tiga korban yaitu dua di sungai dan satu ditumpukan air frame pesawat yang menggantung di tebing 40 meter.

Mayor Tambunan menambahkan, ketiga jenazah diperkirakan awak pesawat. Hal tersebut dilihat dari fisik, rambut, dan pakaian mereka yang berwarna biru. Kondisi jenazah mengenaskan, dua diantaranya terbakar dan tidak utuh.
READ MORE - Cerita Dibalik Ditemukannya Badan Pesawat Di Dasar Jurang

Diharapkan hari Senin Evakuasi Selesai



NDP-Beberapa personil marinir mencoba menelusuri bagian sungai Ciapus guna mencapai titik ditemukannya longsoran tanah dari tebing yang di tabrak Pesawat Sukhoi.

Basarnas menargetkan akan menyelesaikan evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100, hari ini Senin(14/5). Pencarian sempat dihentikan lantaran medan terjal dan kondisi Gunung Salak, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kerap berkabut dan menyulitkan proses evakuasi.

Kepala Basarnas arsekal Madya TNI Daryatmo mengaku sepanjang kemarin, tim evakuasi berhasil membawa enam kantong jenazah. Sehingga total tim telah mengevakuasi 22 kantong jenazah.

Basarnas memutuskan untuk melanjutkan evakuasi Senin pagi karena sejak Ahad pukul 15.00 WIB, puncak Gunung Salak sudah diselimuti kabut. Basarnas menargetkan tim evakuasi korban bisa mencapai dasar jurang yang diperkirakan banyak terdapat reruntuhan dan korban pesawat Sukhoi Supaerjet 100.
READ MORE - Diharapkan hari Senin Evakuasi Selesai

Badan Pesawat Ditemukan Menggantung 45 Meter Diatas Sungai Ciapus

Sabtu, 12 Mei 2012



NDP-Info terakhir ditemukan awak pesawat Rusia dengan kondisi cairan tubuh keluar dan badan menyusut sehingga fisik jenazah menjadi kecil, waktu ditemukan jenazah tertimbun longsoran di areal sungai. Dan ketika dilihat adalah bagian kepala pasukan Kopasus mengidentifikasi pertama kali karena melihat rambut dari jenazah.

Badan Pesawat saat ini dalam posisi tergantung 45 meter di atas sungai dengan pemandangan longsoran tanah diperkirakan lebih dari 10 kubik.

Pasukan keluar dari lokasi sungai Ciapus dasar jurang Gunung Salak sekitar jam 06:30 WIB dan selama perjalanan menuyusuri Sungai Ciapus tidak ditemukan korban lainnya, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pasukan Kopasus sampai di Pos Pasir Pogor pada jam 12:35 WIB.

Jarak tempuh dari lokasi tempat badan pesawat di hulu sungai Ciapus, berkisar 7 jam perjalanan darat.
READ MORE - Badan Pesawat Ditemukan Menggantung 45 Meter Diatas Sungai Ciapus

Update Info Identifikasi DVI No HP : 08122843520



NDP-Keluarga penumpang pesawat Sukhoi tidak perlu cemas akan perkembangan proses identifikasi jenazah , keluarga bisa menghubungi No : 08122843520 Bapak Nugroho Tim DVI RS. Polri Dr. Sukamto Jakarta.

Tiga Kantong Jenazah dibawa masuk ke RS Polri dr. Sukamto pada jam 12:30 WIB. jadi Total sudah masuk ke RS. Polri sebanyak 23 kantong jenazah.

Kantong jenazah pada hari minggu (13/5) dievakuasi sebanyak 5 kantong jenazah, 2 kantong yang pertama pada hari minggu dievakuasi pagi hari dan selanjutnya 2 kantong jenazah pada siang jam 11:30 WIB dan 3 kantong update terakhir diterima tim DVI RS Polri pada jam 12:30 WIB
READ MORE - Update Info Identifikasi DVI No HP : 08122843520

Hulu Sungai Ciapus, Lokasi Jurang Jatuhnya Badan Pesawat Sukhoi




NDP-Bagian jurang hulu sungai ciapus terletak di bawah lokasi jatuhnya badan pesawat Sukhoi SSJ 100 yang dianalisa masih ada banyak penumpang yang belum ditemukan disana.

Bila dilihat dari lokasi tebing tabrakan pesawat Sukhoi dasar jurang ini tidak terlihat, karena seking dalamnya berkisar antara 500 meter.

Hulu Sungai Ciapus bisa di susuri dari daerah Tamansari dengan terus menyusuri aliran sungai diperkirakan perjalanan menyusuri sungai Ciapus tersebut membutuhkan waktu 8-10 jam. Dengan medan bebatuan dan landai jarang sekal ditemukan tanjakan berarti.

Lokasi pesawat sendiri berada pada ketinggian 5.500 meter di atas permukaan laut dan berada di pinggir tebing Gunung Salak
READ MORE - Hulu Sungai Ciapus, Lokasi Jurang Jatuhnya Badan Pesawat Sukhoi

Tim Rusia Hanya Mau Evakuasi Bangkai Pesawat, Tidak Dijinkan Basarnas




NDP- Pasir Pogor, Tim Rusia Ternyata hanya akan memunguti bangkai pesawat saja, dan tidak membantu mengevakuasi korban.

Tapi Danrem 061 Syryakencana belum mengijinkan Tim Rusia untuk melakukan evakuasi hari ini, "karena semua tim evakuasi sudah berjalan dengan baik,"Ujar Danrem Kolonel Infantri Putranto.

Ternyata Helikopter yang dibawa Tim Rusia lebih kecil dari Helikopter yang ada di Posko Pasir Pogor, Sehingga dikhawatirkan akan mempersulit proses evakuasi.

Menurut Danrem lebih baik digunakan fasilitas yang sudah ada saat ini, toh juga evakuasi sudah berjalan lancar. Untuk evakuasi bangkai pesawat skenario awal sesudah evakuasi korban selesai.

Bila Tim Rusia akan berangkat evakuasi harus mengantongi ijin dulu dari Ketua Basarnas.
READ MORE - Tim Rusia Hanya Mau Evakuasi Bangkai Pesawat, Tidak Dijinkan Basarnas

Keluarga Tidak Mau Terima Jenazah Dalam Keadaan Tertutup



NDP-Jakarta, "Siap menerima, mau kondisinya buruk, atau apa, sudah iklas. Kalau ada, silakan diberitahu," ujarnya. "Apakah itu jenazah manusia? Bapak mau nggak dikasih peti tertutup, saya tahu semua badan, walau terkubur, saya mau itu saudara saya," ungkap dia.

Keluarga korban pesawat Sukhoi SSJ 100 yang jatuh di Gunung Salak menuntut agar mereka diikutsertakan dalam proses identifikasi jenazah.

Pasalnya pihak keluarga ingin benar-benar memastikan bahwa jenazah yang nantinya diserahkan adalah sanak famili mereka.

Demikian dikatakan Marlin Chanta, anggota keluarga Edward Panggabean saat ditemui di posko tim DVI, RS Polri, Jakarta, Sabtu (12/5).

"Kalau ada berbentuk wajah, apa salahnya dikasih lihat, jadi jangan terima peti kosong. Itu masalahnya nggak fair lah, kalau kita sampai nggak mengenali, tidak benar kan tidak bagus," ucapnya.

Lebih lanjut, ia siap menerima semua kondisi termasuk yang terburuk sekalipun mengenai nasib anggota keluarganya yang menjadi korban pesawat anyar pesawat milik Rusia tersebut.

"Kalau sudah diserahkan, secara legal saya nggak bisa kembalikan. Itu standar operasional prosedur," lanjutnya.

Dia mengatakan pihak keluarga tidak berharap bahwa nantinya peti jenazah tersebut bukanlah anggota keluarga mereka.

"Menyakitkan, kami terima jasad setelah tanda tangan tertutup, dan baru dibuka di rumah."

Anggota keluarga Edward ini juga mempertanyakan waktu menanti proses identifikasi yang relatif lama.

Begitu pula reaksi yang sama diutarakan Nanny Bradley, keluarga Steven.

"Kalau menunggu begitu lama, apa kita yakin itu keluarga kita. Oke DNA, tapi apa bener, kalau hanya sepotong badan atau ciri-ciri badan lain yang ada."

READ MORE - Keluarga Tidak Mau Terima Jenazah Dalam Keadaan Tertutup

Tim SAR Temukan Satu Jenazah Utuh



NDP-Satu jenazah yang ditemukan secara utuh telah berhasil diangkut tim SAR dan tiba di Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto. "Satu jenazah utuh," kata pengemudi ambulan yang membawa jenazah itu, Sabtu 12 Mei 2012.

Sebelumnya, delapan kantong jenazah yang tiba di rumah sakit hanya berupa potongan tubuh. Direktur Eksekutif Tim Disaster Victim Identification Indonesia Kombes Anton Chastilani mengatakan bahwa tak ada jenazah utuh dalam delapan kantong itu. "Tidak ada yang utuh," ujarnya kepada wartawan.

Namun, sampai saat ini belum jelas identitas jenazah utuh tersebut. Pihak Rumah Sakit sendiri belum memberikan keterangan siapa jenazah itu.

Sejumlah keluarga korban saat ini terlihat sudah mulai meninggalkan rumah sakit. Mereka meninggalkan rumah sakit setelah mendengar proses identifikasi jenazah memerlukan waktu setidaknya dua pekan.

"Kami harap keluarga menunggu saja dirumah. Karena proses identifikasi jenazah memerlukan waktu yang lama. Ini seperti menyusun puzle yang sangat besar," ujar Anton.
READ MORE - Tim SAR Temukan Satu Jenazah Utuh

Tidak Mungkin Pilot Lengkap Dengan Parasit, Pesawat Komersial Tidak Ada Kursi Pelontar



NDP-Pengamat penerbangan mengatakan "tidak mungkin pilot Pesawat lengkap dengan "parasit", karena pesawat komersial tidak dilengkapi kursi pelontar," kata Budi pengamat penerbangan majalah Angkasa.

Selain puing-puing pesawat yang berserakan, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang milik korban yang ditemukan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Sejumlah barang yangditemukan antara lain kartu tanda penduduk, kartu identitas karyawan dan kartu ATM.
READ MORE - Tidak Mungkin Pilot Lengkap Dengan Parasit, Pesawat Komersial Tidak Ada Kursi Pelontar

Internasional

Ke Halaman Depan

 
 
 

Berita Populer

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

followers